Rabu, 08 Mei 2013

Pro dan Kontra Tentang RUU Santet

           RUU Santet? Mungkin bagi orang rasional akan mengatakan santet itu tidak nyata, tetapi orang yang memiliki kemampuan khusus mungkin akan mengatakan hal itu adalah benar dan penggunaanya dapat berpengaruh besar terhadap korban yang dituju, oleh sebab itu memang diperlukan RUU Santet agar penggunanya tidak dapat menganggu kehidupan orang. Namun setujukah anda bila negara kita akan mengesahkan RUU yang satu ini?

            Kalau kita telusuri, apa itu pengertian santet? Mungkin jarang ada di kamus Bahasa Indonesia, tetapi menurut pengertian yang ada. Santet ialah sesuatu hal yang dapat memengaruhi hidup orang dengan bantuan gaib, demikian dikatakan gaib karena hal tersebut tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Permasalahanya, seseorang dapat terjerat oleh hukum bila mendapat bukti fisik dari perbuatanya, tetapi santet tidak akan meninggalkan bukti fisik. Kesimpulanya santet tidak bisa membuktikan orang itu terjerat hukum, karena tidak ada standar yang menetapkan bila orang tersebut bersalah. Seandainya RUU tersebut disahkan di negara ini, maka sudah pasti akan terjadi fitnah yang akan melanda di negeri ini. Dan kalau sudah disahkan pula, negara kita ini akan seperti menjadi negara zaman batu, dimana masyarakatnya hanya percaya akan hal-hal takhayul. Indonesia tidak pantas dikatakan negara masa kini. Karena masyarakat pada zaman sekarang hanya percaya kepada yang real/nyata bukan hal yang ghaib

            Mungkin ada pendapat pro dan kontra terhadap tajuk ini, memang betul, santet telah meresahkan masyarakat kita belakangan ini maka para pelakunya pun harus ditegaskan pula. Untuk itulah pemerintah kita perlu membuat RUU ini. Namun sebenarnya bila anda merupakan penganut setia agama anda, anda pasti hanya bergantung kepada tuhan anda, Ghoib yang memiliki kekuasaan atas bumi dan langit tempat kita bernaung ini, bukan yang lainya. Kalau kita perhatikan, di negeri kita ada banyak sekali umat muslim, bahkan yang terbesar di dunia. Bila anda beragama islam, sadarlah bahwa yang memiliki kekuatan di alam ini hanyalah Allah SWT. Dialah yang Maha Kuasa, kita sering mengucapkan kata itu setiap shalat, pertanyaanya sudahkah sholat anda itu benar? Jika sholat anda benar sudah pasti anda hanya akan beriman bahwa di kehidupan kita ini ada keteraturan yang dibuat oleh Allah SWT yang disebut Qada dan Qadar. Dua hal inilah yang lebih kita kenal takdir. Ingatlah beriman kepada  Qada dan Qadar merupakan bukti bahwa kita itu umat Islam yang beriman. Hanya Allah SWT yang memilikinya, tidak kepada makhluk lain. Bila kita tertimpa bencana sadarlah bahwa itu adalah kehendak Allah SWT dan Allah itu Maha Pengasih lagi Maha penyayang, sekalipun kita ditimpa bencana sesungguhnya Allah masih sayang kepada kita. Berupa apa? Menurut hadist, doa orang yang dizholimi adalah doa yang paling dikabulkan oleh Allah SWT.
Ingatlah Allah memiliki sifat wujud yang berarti ada/nyata. Lagipula hukum manusia hanyalah fatamorgana, hanya berlaku kepada kehendak manusia. Hukum yang Hakiki sesungguhnya adalah hukum Allah yang ayatnya termuat jelas di Alqur'an. Sesungguhhya Allah akan membalas perbuatan manusia sesuai dengan perbuatanya di hari akhir dan hukum Allah adalah Hukum yang paling adil dibanding dengan yang lain, perbuatan sekecil apapun akan diperhitungkan oleh Allah.  Jadi untuk apa kita takut kalau mengaku diri kita beriman kepada Allah SWT?

Membuat dan mengesahkan RUU Santet adalah bukti bahwa pemerintah dan masyarakat kita takut akan hal yang takhayul. Santet adalah perbuatan yang kafir, karena pelakunya menyembah selain kepada Allah SWT. Dan takut kepada santet juga merupakan perbuatan syirik, karena takut kepada selain Allah SWT. Dengan mengesahkan RUU hanya akan membuat Krisis Iman dan Taqwa. Hal ini tidak sesuai dengan Pancasila pada sila yang pertama “Ketuhanan yang Maha Esa”. Berarti RUU tersebut merupakan hal yang telah melanggar ideologi negara kita. Dan juga UUD 1945 yaitu Indonesia adalah negara hukum. Hukum hanya dapat berlaku bila memiliki bukti fisik. Sedangkan santet tidak akan meinggalkan bukti fisik kepada pelakunya. Sebenarnya bila kita umat yang beriman maka dijamin kasus seperti santet tidak akan pernah terjadi. Karena santet termasuk dosa besar dan pelakunya akan dilaknat oleh Allah SWT dan dikirimkan langsung ke neraka, dan neraka adalah seburuk-buruknya tempat peristirahatan kita, Naudzubillah min Zalik.