Sabtu, 12 Oktober 2013

Kesuksesan Ditentukan oleh Sikap Optimis



Keberhasilan menyelesaikan kegiatan atau tugas ditentukan sikap optimis dalam meraih tujuan yang ditetapkan. Jika seseorang memiliki sikap dan berpikir  optimis, maka ia akan percaya diri melaksanakan kegiatannya, cenderung lebih bahagia dalam kegiatan, namun orang yang berpikir dan bersikap pesimis akan tidak percaya diri dan cendung terpaksa dan menderita malaksanakan suatu kegiatan.
Sikap optimis disebut juga dengan optimisme. Kata optimisme berasal dari bahasa latin yaitu “optimal” yang berarti”terbaik”. Menjadi Optimis secara leksikal berarti mengharapkan hasil terbaik dari situasi tertentu
(Shapiro, 2001:14). Optimisme adalah kebiasaan berpikir positif, atau seperti yang didefinisikan oleh Random House Dictionary dalam Shapiro “kecenderungan untuk memandang segala sesuatu dari sisi dan kondisi  baiknya dan mengharapkan hasil yang paling memuaskan”.
Dari pengertian optimisme di atas, dapat dipahami bahwa  optimisme merupakan  kecenderungan individu untuk memiliki ekpekstasi positif secara menyeluruh meskipun individu mengalami kesulitan, kemalangan dalam kehidupan. Pikiran optimis yang muncul dalam diri yang ditunjukkan individu dengan sikap selalu memiliki harapan baik, kecenderungan untuk memperoleh hasil terbaik  dalam suatu proses kegiatan.
Mennurut Ginnis (dalam Shofia F, 2009) orang optimis memiliki ciri-ciri khas sebagai berikut: 1) jarang terkejut oleh kesulitan; 2) mencari pemecahan sebagian permasalahan; 3) merasa yakin bahwa ia mampu mengendalikan masa depan mereka; 5) memungkinkan terjadinya pembaharuan secara teratur; 6) menghentikan pemikiran yang negatif; 7) meningkatkan kekuatan ekspekstasi; 8) menggunakan imajinasi untuk maraih sukses; 9) selalu gembira bahkan ketika tidak bisa merasa bahagia; 10) merasa yakin dengan kemampuan yang hampir tidak terbatas untuk diukur; 11) suka bertukar berita baik; 12) membina cinta dalam kehidupan; dan 13) menerima  apa yang tidak bisa diubah.
Berdasarkan ciri-ciri orang optimis di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa orang optimis memiliki cara berpikir yang rasional dengan adanya kemampuan untuk meningkatkan ekspektasi, berimajiasi untuk sukses, menghentikan pikiran negatif. Kemudian juga memiliki perasaan positif yang ditunjukkan dengan perasan jarang terkejut oleh kesulitan, merasa yakin bahwa mereka mampu mengendalikan masa depan, merasa yakin dengan kemampuan, selalu gembira dalam kondisi sulit, suka dengan berita baik, mampu membina cinta, dan menerima apa yang tidak bisa diubah. Di samping itu orang optimis juga dapat dilihat dari perilaku mereka yang  selalu berusaha mencari solusi dari permasalahan yang dialaminya dan selalu bertindak kongkrit.
Sikap optimis memberikan manfaat yang luar biasa dalam kehidupan. Banyak keutungan yang diperoleh dari sikap optimis, seperti yang tertulis dalam buku Optimism & Pessimism: Implications for Theory, Research, and Practice bahwa orang optimis memiliki kesehatan lebih baik, menggunakan waktu lebih bersemangat dan berenergi, berusaha keras mencapai tujuan, lebih berprestasi dalam potensinya, melaksanakan sesuatu lebih baik.
Kesimpulanya, dengan adanya optimisme akan membuat mahasiswa lebih sukses di perguruan tinggi, baik ketika menjalani kuliah, membuat tugas, meyelesaikan skripsi, maupun dalam mengatasi berbagai masalah, rintangan dan resiko dalam penyelesaian skripsi, bahkan sikap ini tidak saja diperlukan oleh mahasiswa saja, tetapi diperlukan semua orang untuk meraih sukses dalam seluruh sisi kehidupan, baik siswa di sekolah, mahasiswa di perguruan tinggi, pekerja, karyawan di kantor, maupun bidang usaha kecil sekalipun. Sikap ini lebih memberikan kesiapan diri setiap orang dalam menyesuaikan diri di bidang sosial, belajar, karir dan pekerjaan, kehidupan bekeluarga, dan kehidupan beragama.

Daftar Pustaka
Chang, Edward C. 2000. Optimism & Pessimism: Implications for Theory, Research, and Practice. USA: American Psychological Association.