Jumat, 07 Februari 2014

ALKUTURASI BUDAYA INDONESIA DENGAN HINDU, BUDDHA, ISLAM




FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA PERPADUAN ANTARA TRADISI LOKAL, HINDU-BUDHA DENGAN ISLAM.
1. Bangsa Indonesia memiliki local genius.
2. Penyebaran agama Hindu-Budha menggunakan media tradisi yang sudah ada.
3. Penyebaran agama Islam memanfaatkan tradisi Hindu-Budha dan tradisi lokal yang sudah ada.
4. Pada saat islamisasi, tujuannya ”yang penting rakyat masuk Islam”.

BENTUK PERPADUAN TRADISI LOKAL, HIND-BUDHA, DAN ISLAM
1. Seni Bangunan
- Bangunan pada tradisi lokal, misalnya punden berundak.
- Bangunan pada tradisi Hindu-Bdha, misalnya candi.
- Bangunan pada tardisi Islam, mialnya masjid (berkubah).
Perpaduannya  

A. Makam - Pada makam sering ditemukan kijing (bangunan makam yang terbuat dari batu-bata), selain itu juga kadang disertai dengan cungkup (bangunan rumah) diatasnya.
- Pada pintu masuk kadang ada gapura bentuk candi bentar (tanpa atap), dan gapura kori agung (beratap).
- Penempatan makam di tempat tinggi merupakan perpaduan dengan tradisi lokal, Hindu-Budha, Islam.
- Tradisi memasukan jenazah dalam peti merupakan perpaduan dengan tradisi lokal (peti kubut, sarkofagus, waruga).
- Upacara tahlilan, peringatan 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1 tahun, 1000 hari merupakan perpaduan dengan tradisi Hindu-Budha.
B. Masjid
- Bentuk atap masjid di Indonesia itu beratap tumpang (2, 3, 5) contohnya Mesjid Demak.
- Menara Masjid Kudus dibuat seperti candi Hindu.
- Masjid di letakan di sebelah barat keraton (simbol bersatunya raja dengan rakyat).

2. Seni Rupa
- Seni rupa pada tradisi lokal, ukiran atau lukis berbentk kepala naga, kerang-kerangan, pemandangan, kepala kijang.
- Seni rupa pada tradisi Hindu-Budha, ukiran tokoh pewayangan, dewa-dewa, binatang, kehidupan masyarakat.
- Seni rupa pada tradisi Islam, bentuk kaligrafi (seni menulis indah) tulisan arab.
Bentuk perpaduannya di masjid Mantingan ada ukiran binatang (kera), di gapura masjid sendang duwur tuban.

3. Seni Tari
Perpaduan dalam seni tari adalah penggunaan shalawat yang dinyanyikan dengan lagu-lagu tertentu sebagai pengiring tarian. Misalnya tarian Seudati dari Aceh, dan Debus dari Banten.

4. Aksara

Huruf arab di Indonesia dirubah menjadi lebih sederhana yang disebut Arab Gundul. Yang bahasanya itu bahasa jawa.

5. Seni Sastra

- Di daerah selat Malaka, ada karya sastra yang diadopsi dari persia. Misalnya Hikayat Amir Hamzah, Hikayat 1001 Malam.
- Di jawa hikayat tersebut telah bercampur dengan tradisi Hindu-Budha. Misalnya ada Hikayat Pandawa Lima, Hikayat Sri Rama, Hikayat Kuda Semirang.
- Karya sastra pada zaman Islam di jawa terbagi dua, gancaran (disebut Hikayat) dan tembang (syair). Ditulis menggunakan huruf jawa.

6. Sistem Pemerintahan
- Sistem pemerintahan pada tradisi lokal, ratu adil, orang keturunan langit sebagai penyeimbang antara makrokosmos (dunia atas) dengan mikrokosmos (dunia bawah).
- Sistem pemerintahan pada Hindu-Budha, raja.
- Sistem pemerintahan pada masa Islam, sultan.
Perpaduannya
- Nama Sultan (islam) dipadukan dengan nama jawa. Misalnya Sultan Trenggono.
- Pengangkatan sultan sama dengan waktu pengangkatan raja. Tetapi pendeta diganti dengan ulama. Misalnya pengangkatan Raden Patah, Joko Tingkir, Sutawijaya tidak terlepas dari ulama / wali songo.

7. Sistem Kalender
- Kalender pada masa tradisi lokal, sistem pasaran.
- Kalender pada masa Hindu-Budha, tahun saka.
- Kalender pada masa Islam, kalender Hijriyah.


Perpaduan
- Pada masa Sultan Agung, kalender yang digunakan adalah kalender Hijriyah, tetapi tahunnya meneruskan tahun saka, dan perhitungannya berdasarkan bulan (Kalender Hijriyah). Yang diumumkan pada tanggal 8 Juli 1633 / 1 Muharam 1403 H / 1 Suro 1555 Jawa.
- Nama bulan pada tahun jawa sama dengan nama bulan kalender hijriyah, meskipun tidak semua.
Hijriyah Jawa
Muharam Suro
Safar Safar
Rabiul awal Mulud
Rabiul akhir Ba’da Mulud
Jumadil Awal Jumadil Awal
Jumadil Akhir Jumadil Akhir
Rajab Rejep
Sya’ban Ruwah
Ramadhan Poso
Syawal Sawal
Djulqaidah Dulkangidah
Djulhijjah Haji

8. Filsafat (Tasawuf)
- Tasawuf adalah pelajaran yang berisi soal-soal ketuhanan, dan berusaha untuk mendekatkan diri pada sang pencipta dengan cara melalui jalan suci.
- Seiring dengan berkembangnya tasawuf maka muncullah tarekat-tarekat di Indonesia. Tarekat adalah jalan atau cara yang ditempuh oleh kaum sufi untuk mendekatkan diri pada sang pencipta.
Perpaduan
- Kebatinan, dalam prakteknya orang tersebut menggunakan doa-doa islam tetapi tatacara yang dilakukan adalah pra-islam.
- Karomah, kelebihan yang dimiliki oleh para wali songo, sebagai media islamisasi.

Islamisasi yang dilakukan sunan kalijaga. Menggunakan wayang, misalnya :
- Prabu Dharmakusuma / Yudistira merupakan tokoh dalam cerita pewayangan Hindu-Budha, ia memiliki senjata sakti namanya jimat Kalimasada (kalimat sahadat). Prabu Dharmakusuma memiliki putra Pandawa Lima (rukun islam).

Sumber:
http://rukawahistoria.blogspot.com/2010/07/interaksi-tradisi-lokal-hindu-budha.html

Selasa, 19 November 2013

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memberantas korupsi



Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam semua media massa. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. Berbagai kebijakan telah dilakukan untuk memberantas korupsi namun ternyata belumlah cukup untuk mencegah korupsi.
            Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang menggunakan uang sebagai standar kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang kelebihan uang dapat masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial tinggi dimata masyarakat.
            Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling korup di Asia bahkan di dunia. Hasil penelitian TII (Transparansi International Indonesia) tahun 2009 menyatakan bahwa Indonesia menduduki urutan 111 dari 180 negara di seluruh dunia dengan memperoleh skor 2,8 dengan skala nol untuk negara paling korup. Di level ASEAN, Indonesia menduduki urutan kelima dari sepuluh negara. Hal tersebut menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi penyakit kronis dan pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan. Kita tentu berharap bahwa kualitas pencegahan dan pemberantasan korupsi semakin baik di masa datang dan generasi muda Indonesia memiliki mentalitas antikorupsi untuk mewujudkan Indonesia bersih tanpa korupsi.
            Pembangunan nasional dapat tercapai bila korupsi diberantas. Ada beberapa cara penanggulangan korupsi, dimulai yang sifatnya preventif maupun yang represif. Membabat akar korupsi tidak mungkin hanya melalui jalur hukum saja, melainkan ditambah dengan jalur pendidikan yaitu dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih lanjut disingkat dengan PKn.
            PKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang mampu mamahami dan melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dari sisi tujuan, salah satu tujuan PKn diajarkan adalah mewujudkan warga negara yang dapat berpartisipasi scara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara termasuk mencerminkan perilaku antikorupsi.
Dari sisi karakteristik, PKn berisi pengetahuan, keterampilan, dan karakter kewarganegaraan serta tentunya juga membina karakter warga negara melalui penanaman nilai kejujuran sebagai ruh sikap dan perilaku antikorupsi. Dari sisi sasaran, PKn mengarah pada terbentuknya manusia yang cerdas, terampil, kreatif, menaati peraturan yang berlaku, berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab, berpikir kritis, inovatif, dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab  serta mendorong sikap antikorupsi.

Dari sisi standar kelulusan, pada mata pelajaran PKn, salah satu indikatornya adalah menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sikap dan perilaku antikorupsi merupakan hal yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian dengan terselenggaranya mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan di lembaga pendidikan formal, para peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa dapat mendorong sikap anti korupsi dengan memahami nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila dan UUD 1945. 

Daftar Pustaka
1. Ervida, Erika. 2003. Korupsi di Indonesia Masalah dan Solusinya.  Link: http://bit.ly/11lTqRv 
2. Apandi, Idris. 2011. Pendidikan Antikorupsi Melalui PKn. Link:http://bit.ly/18b7RkV
 

Sabtu, 12 Oktober 2013

Peran Komunikasi dalam Membentuk Kelompok dan Pemimpin yang Efektif



Suatu kelompok dibentuk untuk bisa mencapai suatu tujuan yang diharapkan dan dilakukan bersama dengan cara menentukan solusi yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Dalam menentukan solusi yang digunakan untuk mencapai tujuan, tentu setiap anggota kelompok masing-masing menemukan solusi
tersendiri. Untuk menyampaikan solusi kepada semua anggota kelompok tersebut, pasti setiap anggota akan menyampaikan pendapatnya masing-masing. Ketika setiap anggota menyampaikan pendapatnya, maka setiap individu tersebut telah melakukan kegiatan komunikasi. Komunikasi akan terasa efektif apabila pesan yang disampaikan oleh individu yang menyampaikan  itu jelas maksud dan tujuanya serta disampaikan dengan cara yang berkenan di hati orang yang menerima pesan, sehingga si penerima pesan bisa menanggapi dengan baik. Komunikasi yang efektif bisa menghindarkan antar individu terjadi kesalahpahaman. Dengan demikian komunikasi yang efektif bisa menghindarkan kelompok tersebut dari konflik.
Dalam mencapai tujuan suatu kelompok, haruslah ada seseorang yang bisa mengatur dan mengarahkan anggota kelompok tersebut agar bisa mencapai tujuan kelompok dengan baik dan lancar. Seseorang itulah yang kita sebut dengan pemimpin. Di dalam kelompok, pemimpin itu memiliki peranan yang sangat penting. Menurut Warren Bennis, mengatakan kepemimpinan merupakan kekuatan di balik sukses organisasi yang akan menciptakan organisasi itu dapat hidup dan berdiri kokoh.
Dalam hubungan pemimpin dengan anggota kelompok, komunikasi merupakan salah satu pokok penting. Seorang pemimpin harus dapat berkomunikasi dengan bawahannya juga dengan atasannya. Komunikasi yang baik akan menolong menciptakan rasa kebersamaan dalam satu kelompok atau organisasi. Komunikasi yang efektif akan menghilangkan beda pengertian antara bawahan dan pimpinan maupun diantara bawahan itu sendiri. Bahkan menurut Kouzes dan Posner (1983) seorang pemimpin yang efektif ditandai oleh kemampuanya untuk membuat kelompoknya mengikuti apa yang diarahkannya dan tentu hal itu bisa terjadi dengan cara berkomunikasi yang efektif.
Seandainya suatu kelompok tidak ada komunikasi, maka kelompok tersebut pasti akan mengalami hambatan untuk mencapai tujuanya. Dikarenakan, antar anggota kelompok tersebut tidak mengetahui bagaimana cara atau arah yang tepat untuk mencapai tujuan kelompoknya. bila hal seperti ini terjadi, maka sudah pasti di dalam kelompok tersebut, hubungan antar anggota bahkan dengan pemimpinya kurang baik. Padahal kelompok yang efektif adalah kelompok yang hubungan antar anggotanya baik dan saling berkolaborasi dalam mencapai tujuan. Bagaimana mungkin suatu kelompok bisa mencapai tujuan dan memecahkan masalah yang ada tanpa adanya komunikasi di dalam kelompok tersebut. Berdasarkan kejadian di atas, maka berkomunikasi itu perlu ada di dalam kelompok untuk bisa mencapai tujuan bersama dengan cara atau arah yang tepat. karena pada umumnya, tiap individu memiliki pendapat yang sifatnya hanya dalam satu pandangan tertentu dan tentunya berbeda antar satu sama lain. dengan berkomunikasi, setiap anggota kelompok dapat saling berkolaborasi pendapat yang masing-masing memiliki pandangan berbeda. setiap pendapat memiliki kelebihan dan kekurangan. Dengan melihat kelebihan masing-masing pendapat, maka akan menghasilkan keputusan yang memuaskan untuk mencapai tujuanya.
Jadi, komunikasi memiliki peran yang vital dalam kelompok karena komunikasi diperlukan untuk mencapai efektifitas dalam kepemimpinan, perencanaan, pengendalian, koordinasi, latihan, manajemen konflik serta proses-proses di dalam kelompok. Dengan berkomunikasi yang efektif, maka kelompok tersebut bisa mencapai sasaran dan tujuanya dengan tetap menjaga hubungan yang baik kepada sesama anggota kelompok. Karena pada hakikatnya, suatu Kelompok bisa dikatakan efektif apabila kelompok tersebut bisa mencapai sasaran dan terdapat hubungan yang baik dengan antar anggota.