Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 November 2013

Peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam memberantas korupsi



Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam semua media massa. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. Berbagai kebijakan telah dilakukan untuk memberantas korupsi namun ternyata belumlah cukup untuk mencegah korupsi.
            Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang menggunakan uang sebagai standar kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi korup yang kelebihan uang dapat masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial tinggi dimata masyarakat.
            Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling korup di Asia bahkan di dunia. Hasil penelitian TII (Transparansi International Indonesia) tahun 2009 menyatakan bahwa Indonesia menduduki urutan 111 dari 180 negara di seluruh dunia dengan memperoleh skor 2,8 dengan skala nol untuk negara paling korup. Di level ASEAN, Indonesia menduduki urutan kelima dari sepuluh negara. Hal tersebut menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi penyakit kronis dan pemberantasan korupsi masih jauh dari harapan. Kita tentu berharap bahwa kualitas pencegahan dan pemberantasan korupsi semakin baik di masa datang dan generasi muda Indonesia memiliki mentalitas antikorupsi untuk mewujudkan Indonesia bersih tanpa korupsi.
            Pembangunan nasional dapat tercapai bila korupsi diberantas. Ada beberapa cara penanggulangan korupsi, dimulai yang sifatnya preventif maupun yang represif. Membabat akar korupsi tidak mungkin hanya melalui jalur hukum saja, melainkan ditambah dengan jalur pendidikan yaitu dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih lanjut disingkat dengan PKn.
            PKn merupakan mata pelajaran yang memfokuskan pada pembentukan warga negara yang mampu mamahami dan melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dari sisi tujuan, salah satu tujuan PKn diajarkan adalah mewujudkan warga negara yang dapat berpartisipasi scara aktif dan bertanggung jawab, serta bertindak secara cerdas dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara termasuk mencerminkan perilaku antikorupsi.
Dari sisi karakteristik, PKn berisi pengetahuan, keterampilan, dan karakter kewarganegaraan serta tentunya juga membina karakter warga negara melalui penanaman nilai kejujuran sebagai ruh sikap dan perilaku antikorupsi. Dari sisi sasaran, PKn mengarah pada terbentuknya manusia yang cerdas, terampil, kreatif, menaati peraturan yang berlaku, berpartisipasi secara aktif, bertanggung jawab, berpikir kritis, inovatif, dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab  serta mendorong sikap antikorupsi.

Dari sisi standar kelulusan, pada mata pelajaran PKn, salah satu indikatornya adalah menampilkan perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Sikap dan perilaku antikorupsi merupakan hal yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian dengan terselenggaranya mata pelajaran Pendidikan kewarganegaraan di lembaga pendidikan formal, para peserta didik yang merupakan generasi penerus bangsa dapat mendorong sikap anti korupsi dengan memahami nilai-nilai yang terdapat pada Pancasila dan UUD 1945. 

Daftar Pustaka
1. Ervida, Erika. 2003. Korupsi di Indonesia Masalah dan Solusinya.  Link: http://bit.ly/11lTqRv 
2. Apandi, Idris. 2011. Pendidikan Antikorupsi Melalui PKn. Link:http://bit.ly/18b7RkV
 

Senin, 12 November 2012

Pidato Bahasa Indonesia



Nah kali ini saya ingin berbagi nih kepada kalian yang bingung buat cari tugas pidato bahasa indonesia. kebetulan ane mo sharing aja tugas pidato saya termasuk kerangka pidato dan naskahnya, bagi agan yang bingung juga saya sediain kerangka pidatonya, oke langsung saja, Cekidot!

Kerangka Pidato:
Tema              : Sumpah Pemuda
Tujuan           : Mempersuasif
Judul              : meningkatkan rasa kebersatuan dan kebangsaan Indonesia
A.Pembuka:            
Salam
Penghormatan kepada ibu guru dan teman-teman
Puji syukur ke hadirat tuhan
Menyampaikan topik pidato sesuai dengan tema dan judul pidato
Latar Belakang:        Sumpah pemuda sebagai penyatu pemuda Indonesia
Sumpah pemuda sebagai pernyataan berkebangsaan Indonesia
Mulai memudarnya rasa persatuan dan kebangsaan pada kalangan pemuda
B. Isi:
            Sebab-sebab memudarnya rasa persatuan dan kebangsaan di kalangan pemuda
            Akibat dari memudarnya rasa persatuan dan kebangsaan di kalangan pemuda
            Tindakan untuk mengurangi pemudaran tersebut
            Hasil-hasil yang akan diperoleh bila tindakan berhasil dilaksanakan
C. Penutup:
            Kesimpulan berupa sebab akibat dan solusi
            Penegasan ulang
            Harapan agar sadar tentang pentingnya sumpah pemuda
            Terima Kasih dan permohonan maaf bila ada salah kata
            Salam Penutup

Naskah Pidato
Assalamualaikum Wr. Wb.
  Kepada Ibu Guru yang saya hormati dan teman-teman yang saya sayangi.
   Alhamdulillah, Mari kita panjatkan puji syukur kita ke hadirat Tuhan YME, atas segala berkat dan rahmatnya yang telah dilimpahkanya kepada kita. Kita dapat berkumpul disini pada hari ini dan saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Guru yang telah memberikan kesempatan saya untuk berpidato.
   Pada kesempatan kali ini saya akan membahas pidato saya yang berjudul Meningkatkan Rasa Kebersatuan dan Kebangsaan di kalangan pemuda. Ya pemuda itu tentulah kita pada generasi sekarang ini. Pada 84 tahun yang lalu para pemuda Bangsa Indonesia mengadakan Kongres Pemuda II yang tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928 merumuskan 3 hal bagi pemuda yang dinamakan sumpah pemuda. Pada point yang kedua dikatakan bahwa “Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia”. Pada point tersebut dapat diartikan bahwa para pemuda dan pemudi telah bersumpah untuk bersatu dan berbangsa Indonesia. Namun ironisnya, zaman sekarang kita bisa saksikan kawan-kawan kita yang melakukan tawuran pelajar yang tidak kenal rasa kebersatuan berbangsa Indonesia. Pertanyaanya, Dimanakah rasa kebersatuan berbangsa itu berada dalam diri kita?
   Disinilah dimulai kita bercermin kepada diri kita sendiri. Mengapa hal itu bisa terjadi. Kalau kita amati, hal ini bermula dari kondisi lingkungan masyarakat kita yang tidak mencerminkan lagi adanya rasa kebersatuan berbangsa. Dapat dibuktikan pada masa sekarang ini banyak masyarakat kita yang semangat bergotong-royongnya rendah, bahkan tidak ada sama sekali. Karena keadaan yang demikian, maka para pemudapun akhirnya meniru kebiasaan masyarakat tersebut. Dikarenakan para pemuda merupakan peniru yang baik dan umumnya tanpa proses pikir panjang yang matang. Lalu di masa Reformasi kini dimana Demokratisasi yang melewati batas dan sopan santun dan maraknya unjuk rasa yang akibatnya menimbulkan frustasi dan hilangnya optimisme di kalangan pemuda yang akhirnya memunculkan sifat malas, egois dan emosional. Timbulnya paham etnosentrisme yang menganggap sukunya lebih baik daripada suku lain dan juga timbulnya fanatisme yang menganggungkan kelompoknya sehingga para pemuda lebih membanggakan suku/kelompoknya dibanding persatuan bangsa. Tertinggalnya Indonesia dengan Negara-negara lain dalam segala aspek kehidupan, membuat para pemuda tidak bangga lagi menjadi bangsa Indonesia.
   Lalu langkah apakah yang harus ditempuh oleh kita? Jika masyarakat kita kegotong-royonganya kurang, kita bisa mengajak teman-teman kita untuk bergotong-royong membersihkan kelas kita sehingga teman-teman kita sadar tentang arti pentingnya gotong-royong. Jika banyaknya unjuk rasa yang membuat kita frustasi, pesimis, egois, malas dan emosional cobalah untuk berpikir terbuka seandainya kita hidup dimasa rezim orde lama dan orde baru dimana kebebasan berpolitik dibatasi oleh pemerintah sehingga banyak aspirasi dan keluhan yang tak sampai di benak pemikiran pemerintah pada saat itu. Jika anda yang merasa memiliki rasa etnosentrisme dan fanatisme yang tinggi biasakanlah anda untuk hidup bertoleransi dan menyadari pentingnya bersatu dengan sama lain dibanding bersatu dengan orang yang sama. Karena pada dasarnya manusia itu diciptakan dalam berbagai suku untuk saling mengenal masing-masing keunikan. Ingatlah motto Negara kita “Bhineka Tunggal Ika”. Jangan sampai tulisan itu hanya dijadikan prasasti di depan kelas kita. Jadikan ia prasasti di dalam hati kita. Jika anda merasa Indonesia tertinggal dibanding Negara lainya, cobalah mulai sekarang sadarlah bahwa kita adalah generasi yang akan meneruskan bangsa kita di masa yang akan datang dengan cara buatlah suatu rencana di masa depan yang kelak akan memajukan bangsa kita. Janganlah hanya mengejar cita-cita kita, kejarlah juga secara bersama kemajuan negara kita agar kita tidak malu tertinggal dengan negara lain           dan kita akan menjadi bangga menjadi Anak Bangsa Indonesia.
   Kesimpulanya mengingat faktor-faktor pada memudarnya rasa kebersatuan berbangsa yang akan mengakibatkan banyak dampak negatif, bahkan yang lebih berbahaya lagi ialah Disintegrasi Bangsa Indonesia. Untuk itulah perlunya usaha dari kita yang berupa toleransi, karena hanya ialah yang akan menyelamatkan bangsa kita dari Bahaya Disintegrasi Bangsa Indonesia.
   Saya berharap agar isi daripada Sumpah Pemuda tidak menjadi prasasti di sejarah kebangsaan Indonesia, melainkan menjadi prasasti di dalam hati kita, karena ada petuah “Hati merupakan kerajaan di dalam tubuh, jikalau zalim segala anggota tubuh pun rubuh”. Kalau hati kita telah terukir Sumpah Pemuda, hati kita pun akan terpedoman sesuai isi dan kandungan Sumpah Pemuda dalam kehidupan sehari-hari.
   Akhir kata, Tiada Gading yang tidak retak. Mohon maaf bila ada salah kata yang keluar dari mulut saya.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Senin, 24 September 2012

Universitas di Indonesia yg ngetop buat kamu

Hi, semuanya, terutama yg kelas 3 sma atau sederajat, sebentar lagi kita akan lepas nih baju sma kita, nah udah pada tahu belum setelah lulus mau ngapain nih? apakah ada yg mo kuliah dulu, kerja ato langsung married? bagi kamu yg bingung nyari tempat kuliah, nih penulis mau nyeritain universitas yg gg kalah ngetopnya buat kamu yg ngegalalu bingung cari Perguruan Tinggi

1. Universitas Indonesia
Pastinya semua sudah kenal universitas satu ini, yap Universitas Indonesia yg terletak di daerah depok dan kampus lainya yang terletak di daerah Salemba, Jakarta. Sekarang ini menduduki universitas terbaik ke peringkat 37 di Asia, Peringkat ke 217 sedunia. beberapa jalur untuk masuk ke UI ialah jalur undangan (PMDK) jalur SNMPTN Tulis dan SIMAK UI daya tampung mahasiswa di sini sekitar 8000 orang di SIMAK UI


2. Institut Teknologi Bandung
Yah ITB merupakan PT yg paling ngetop untuk anda yg ingin lulus dengan predikat yang membanggakan. ITB merupakan salah satu PT yang paling bergengsi di nusantara, nomor 1 senusantara, bahkan Peringkat ke 13 se asia, peringkat ke 82 sedunia. ITB merupakan PT yang seleksinya dibilang sangat ketat. daya tampung untuk SNMPTN tertulis sekitar 1420 orang dengan nilai rata" ujian 808. kampus itb terletak di Kota Bandung, tepatnya daerah Cipaganti
  3. Universitas Gajah Mada
Atau lebih dikenal UGM yang terletak di Yogyakarta, merupakan Perguruan tertinggi tertua di Indonesia, Peringkat terbaik di indonesia (2007-2011) peringkat 69 se asia, peringkat ke 250 sedunia (2010). terdiri dari 18 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana, daya tampung di PT ini sekitar 3500 di SNMPTN tertulis.

4. Institut Teknologi Sepuluh November
lebih dikenal ITS. terletak di Surabaya. Perguruan Tinggi ini mendapat peringkat 4 di indonesia, jalur masuk terdiri dari 2 jalur yaitu: SNMPTN tertulis dan SMITS (Seleksi Masuk ITS)
daya tampung sekitar 2166 (2011)

5. Universitas Pendidikan Indonesia
lebih dikenal UPI, UPI memiliki 7 kampus yang terletak di berbagai daerah. kampus utama terletak di Jl Setiabudhi, Bandung, lalu di Jl Cibiru, Bandung, Serang, Purwakarta, Tasikmalaya, Sumedang, daya tampung mahasiswa 6238 (2011)
6. Institut Pertanian Bogor
lebih ngetrend dengan nama IPB, terletak di Bogor dan memiliki 3 kampus yaitu: Baranang Siang, Dramaga, Gunung Gede. total daya tampung sekitar 3847 terdiri 9 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana

Minggu, 29 April 2012

Dampak Penyelenggaraan RSBI


Pembentukan Sekolah RSBI
Dari tahun ke tahun, sudah banyak sekolah yang memiliki brand “RSBI” untuk nama baik sekolah mereka, entah itu dengan jalan yang baik maupun jalan yang buruk. Namun perlu diketahui apakah perlu pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara menerapkan program RSBI?  Hal ini akan membuat para peserta pentyelenggara RSBI menjadi kebingungan. Termasuk siswa yang ditambah dengan pperubahan psikologisnya ketika sekolahnya menerapkan system Internasional
Apakah landasan pemerintah menjalankan dan mengadakan program RSBI? Berikut ini merupakan landasan pemebetukan Sekolah RSBI .
 Landasan Pembentukan RSBI
  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ps 50
  • Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 : Pemerintahan Pusat dan Daerah
  • Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 : Kewenangan Pemerintah (Pusat) dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
  • Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 : Program Pembangunan Nasional
  • Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 : Standar Nasional Pendidikan (SNP) ps 61
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 :  Standar Isi
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 :  Standar kompetensi Lulusan
  • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 : Implementasi Kepmendiknas Nomor 22 dan 23 Tahun 2006
  • Renstras Depdiknas: th 2009/2010 tdp 450 rintisan SBI SMP
Dampak Psikologis Siswa Terhadap kebijakan RSBI
Kebijakan RSBI merupakan salah satu kebijakan sekolah RSMABI, namun dibalik itu semua dapat mengakibatkan perubahan terhadap psikologis sebagian siswa RSMABI. Berikut ini merupakan perubahan psikologis siswa terhadap berbagai bidang kebijakan RSBI
 Bidang Penggunaan Bahasa
            Menurut UUD 1945 pasal 36 menyatakan bahwa Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia artinya selama tempat itu masih berada did lam kedaulatan NKRI maka tentulah harusmenggunakan bahasa pengantar yang diresmikan  yaitu Bahasa Indonesia. Hal ini telah jelas melanggar konstitusi Negara. Selain itu hal ini membuat siswa yang telah terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia menjadi bingung ketika materi disampaikan. Sehingga timbulah rasa kecewa, frustasi, dan kurang percaya diri akibat ketika mereka mendapat ulangan dibawah KKM kemudian berlanjut karena seorang siswa telah biasa mendapat nilai jelek, maka ia pun tidak memiliki semangat belajar dan daya saing yang rendah. Selain itu tidak semua guru RSMABI mengerti tentang semua Bahasa Inggris, sehingga ketika mereka berbicara Bahasa Inggris, hal ini justru membuat para siswa bingung akibat daripada penggunaan Bahasa Inggris yang tidak tepat.
 Bidang Target Prestasi Siswa
            Salah satu syarat kelayakan RSMABI adalah prestasi siswa RSMABI  yang biasanya harus selalu meningkat bila ingin layak menjadi sebutan RSMABI, biasanya setiap sekolah RSMABI telah menetapkan tarfet prestasi yang harus dicapai, namun demikian bukankah hal ini merupakan suatu pemaksaan yang melanggar Hak Asasi Manusia? Ketika hal ini terjadi, seorang siswa akan berubah menjadi seorang yang egois karena ia tidak ingin prestasinya disaingi oleh orang lain, dan Ia pun akan berubah menjadi pemarah ketika dirinya tidak menerima prestasi yang diperoleh karena telah dianggap gagal. Mungkin hal ini memang bisa saja terjadi akibat paksaan, tuntutan seorang guru terhadap siswa untuk meraih target prestasi karena takut brand RSBInya dicabut.
 Bidang Materi Ajar
            Umumnya sekolah RSBI menerapkan kurikulum materi ajar dari luar negeri, namun pertanyaanya adalah apakah kurikulum materi ajar di negeri ini kurang bagus ketimbang dari luar negeri? Sebenarnya tiap Negara memiliki kharakteristik masing-masing agar dapat dipahami materi yang diajarkan selain itu materi yang diujikan di Ujian Nasional maupun Ujian SMPTN pun juga menggunakan kurikulum nasional. Pertanyaanya, perlukah menggunakan kurikulum luar negeri? Selain itu beberapa siswa akan dihadapi materi-materi yang tidak terbiasa olehnya untuk diserap karena merasa asing dengan materi ajar yang berasal dari luar negeri. Akibatnya siswa mengalami kesulitan saat belajar sehingga berdampak stress, depresi, dan emosional yang berlebih akibat ia tidak mampu meraih nilai ulangan yang baik.
Bidang Pemilihan jurusan
            Biasanya sekolah RSMABI memiliki target untuk memasuki siswanya ke jurusan tertentu, kebanyakan jurusan MIPA. Ketika seseorang yang memiliki cita-cita yang tidak ada hubunganya sama sekali dengan jurusan MIPA, apakah mungkin dia harus dipaksa masuk jurusan MIPA? Tentu saja tidak. Hal ini pun juga melanggar HAM. Hal ini membuat siswa yang berminat masuk jurusan selain MIPA menjadi pemalas dikarenakan ia sama sekali tidak berminat masuk jurusan MIPA.selain itu ia pun juga merasa stress akibat menerima materi yang tidak diinginkannya.
Obyek (Sasaran) Evaluasi Pendidikan
Dimaksud dengan obyek pendidikan atau sasaran evaluasi pendidikan ialah segala sesuatu yang bertalian dengan kegiatan atau proses pendidikan yang dijadikan titik pusat perhatian atau pengamatan,karena pihak penilai atau evaluator ingin memperoleh informasi tentang kegiatan atau proses pendidikan tersebut

            Salah satu cara untuk mengenal  atau mengetahui obyek dari evaluasi pendidikan dengan jalan menyorotinya dari 3 segi,yaitu dari segi input,tranformasi dan output,dimana input akan kita pakai sebagai pengumpulan bahan  dan output sebagai hasil pengelolaannya.
Ditilik dari segi input ini,maka obyek dari evaluasi pendidikan meliputi tiga aspek,yaitu:1.Aspek kemampuan ,2.Aspek kepribadian dan 3.Aspek sikap.

   Aspek Kemampuan
Jika diibaratkan bahwa seorang ibu rumah tangga ingin membuat rending daging sapi,sudah,sudah barang tentu ibu rumah tangga tersebut akan memilih dan membeli daging yang cocok dan sesuai untuk dimasak menjadi rending demikianlah dengan dunia pendidikan disekolah.Untuk dapat diterima dalam peserta didik,harus mempunyai kemampuan yang sesuai dan memadai sehingga dalam proses pembelajaran dalam program pendidikan tertentu itu nantinya peserta didik tidak akan mengalami banyak hambatan atau kesulitan.

Sehubungan dengan itu maka bekal kemampuan yang dimiliki oleh para peserta didik perlu dievaluasi terlebih dahulu,guna mengetahui sampai sejauh mana kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik dalam mengikuti program pendidikan



    Aspek Kepribadian
            Kepribadian adalah sesuatu yang terdapat pada diri seseorang, dan menampakkan bentuknya dalam tingkah laku. Sebelum mengikuti program pendidikan tertentu, para calon peserta didik perlu terlebih dahulu di evaluasi kepribadiannya masing-masing, sebab baik buruknya kepribadian mereka secara psikologis akan dapat mempengaruhi keberhasilan mereka dalam mengikuti program pendidikan tertentu.
Evaluasi yang dilakukan untuk mengetahui atau mengungkap kepribadian seseorang adalah dengan jalan menggunakan tes kepribadian (personality test).
    Aspek Sikap
            Sikap, pada dasarnya adalah merupakan bagian dari tingkah laku manusia, sebagai gejala atau gambaran kepribadian yang memancar keluar. Namun karena sikap ini merupakan sesuatu yang paling menonjol dan sangat dibutuhkan dalam pergaulan, maka diperolehnya informasi mengenai sikap seseorang adalah penting sekali. Karena itu, aspek sikap tersebut perlu dinilai atau di evaluasi terlebih dahulu bagi para calon peserta didik sebelum mengikuti program pendidikan tertentu. Untuk menilai sikap tersebut digunakan alat berupa tes sikap (attitude test) atau sering dikenal skala sikap (attitude scale) sebab tes tersebut berbentuk skala.
            Contoh mengenai tes sikap yang diungkapkan dengan menggunakan skala sikap adalah : tenggang rasa, sikap kebangsaan, sikap keagamaan, dan lain-lain.

            Selanjutnya apabila disoroti dari segi transformasi ,maka obyek dari evaluasi pendidikan itu meliputi kurikulum atau materi pelajaran,metode pengajaran dan teknik penilaian,sarana atau media pendidikan,system administrasi,guru dan unsure-unsur personal lainya yang terlibat dalam proses pendidikan.

            Transformasi yang dapat diibaratkan sebagai pengelola yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi barang jadi,akan memegang peranan yang sangat penting.Ia dapat menjadi factor penentu yang dapat menyebabkan keberhasilan atau kegagalan dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Karena itu obyek-obyek yang termasuk dalam transformasi itu perlu dinilai. Atau di evaluasi secara berkesinambungan. Kurikulum yang tidak sejalan dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, dapat menyebabkan terjadinya kegagalan dalam pencapaian tujuan pendidikan tersebut. Penggunaan metode-metode pengajaran yang kurang tepat teknik penilaian hasil belajar yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip dasar evaluasi itu sendiri, sarana penndidikan yang tidak atau kurang memadai, sistem administrasi yang bersifat acak-acakan, pimpinan lembaga pendidikan, tenaga pengajar, dan karyawan yang tidak professional, kesemuanya itu akan mempengaruhi proses belajar mengajar. Untuk mengetahui seberapa jauh tingkat pencapaian atau prestasi belajar yang diraih oleh para peserta didik itu dipergunakan alat berupa tes prestasi belajar atau tes hasil belajar yang biasa dikenal dengan istilah tes pencapaian (achievement test).


 Solusi
v  Belajar lebih focus sesuai dengan minat dan bakat siswa
v  Kurikulum pilihan sesuai dengan minat dan bakat siswa
v  Mengubah kebijakan sesuai dengan konstitusi
v  Membuat kebijakan perlu diperhatikan perkembangan siswa
v  Mengubah system pendidikan nasional yang lebih baik lagi