1. Hujan ikan, Honduras
Hujan ikan di Honduran Folklore adalah hal biasa. Terjadi di
Departamento de Yoro
antara bulan Mei dan Juli. Para saksi menyatakan fenomena ini dimulai
dengan munculnya awan hitam di langit yang diikuti oleh petir, angin
kuat, dan hujan lebat selama 2 hingga 3 jam. Saat hujan berhenti itulah,
ratusan ikan yang masih hidup dapat ditemukan di atas tanah.
Orang-orang akan mulai memungutinya dan memasaknya di rumah. Sejak 1998
festival yang diberi nama “
Festival de la Lluvia de Peces” atau “
Rain of Fish Festival” dirayakan tiap tahunnya di kota Yoro,
Departamento de Yoro, Honduras.
2. Hujan darah di Kerala, India
Dari tanggal 25 Juli hingga 23 September 2001, fenomena alam aneh yaitu
hujan merah secara sporadis turun di Kerala, India selatan. Siraman
hujan ini berwarna merah, menodai pakaian orang-orang dengan warna yang
mirip darah ini. Warna hujan lain seperti kuning, hijau, dan hitam juga
pernah dilaporkan terjadi.

Turunnya hujan berwarna merah di India ini sempat menghebohkan dunia.
Para ilmuwan meyakini hujan ini mengandung sel hidup karena ditemukan
DNA. Temuan ini hasil penelitian seorang ahli mikrobiologis asal Inggris
bernama Milton Wainwright dari Universitas Sheffield, namun si ilmuwan
ini belum bisa memastikan mengenai DNA apa yang terkandung dalam hujan
darah India ini. Namun anggapan ini dibantah karena ada anggapan lain
yang menyebutkan bahwa hujan ini berasal dari semburan pasir di Arab
yang bercampur dengan air hujan. Kejadian yang sama pernah terjadi di
Inggris tahun 1968. Sampai sekarang fenomena alam ini masih menjadi
perdebatan.
3. Black Sun (Matahari Hitam), Denmark
Selama musim semi di Denmark, pada kira-kira satu setengah jam sebelum matahari terbenam, kawanan burung jalak Eropa (
sturnus vulgaris)
yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari sejuta berkumpul dari berbagai
penjuru berkumpul membentuk formasi-formasi menakjubkan.
4. Empat matahari, China
Munculnya 4 matahari di China ini ternyata merupakan fenomena alam
biasa, seperti yang dikutip LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa
Nasional) yang menjelaskan masalah ini, ini kutipannya: “Fenomena itu
dinamakan
sun dog atau anjing penjaga matahari. Cahaya tersebut
biasa muncul di kanan kiri halo sehingga sering dianggap matahari
meskipun memiliki ukuran lebih kecil”.

Malah fenomena ini punya sebutan atau istilah ilmiahnya yakni
sun dog,
berarti bahwa kemunculan lebih dari 1 matahari pernah terjadi
sebelumnya, yang pasti beberapa kali terjadi, sehingga mempunyai nama
panggilan. Dan terjadinya pun karena hasil dari proses pembiasan cahaya
matahari dengan kristal es, ini baca lagi kutipannya: “Ketentuannya, di
sekitar arah matahari muncul kristal-kristal es yang membiaskan cahaya.
Biasanya, terjadi dua fenomena yaitu
halo dan sun dog”
5. Badai petir abadi, Venezuela
Fenomena “
Relámpago del Catatumbo” atau “Petir Catatumbo”
adalah suatu fenomena alam yang aneh. Lokasinya di mulut sungai
Catatumbo di Danau Maracaibo (Venezuela), feneomena ini berwujud
halilintar atau petir di langit yang tingginya lebih dari 5 kilometer
dan terjadi selama 140 hingga 160 di malam-malam dalam setahun, 10 jam
dalam satu malam, dan sebanyak 280 kali perjamnya.

Badai yang hampir permanen ini terjadi di atas dataran tanah rawa
dimana aliran sungai Catatumbo mengisi danau Maracaibo. Fenomena ini
diperkirakan merupakan pembentuk tunggal terbesar lapisan ozone di bumi,
melihat intensitas dan frekuensinya yang tinggi.
6. Bola api naga sungai mekong, Vietnam
Pernahkah kamu berjalan di suatu sungai di Negara tropis pada malam hari
dan tiba-tiba dari sungai itu keluar bola-bola cahaya mera sebesar
telur naik ke angkasa? Ini terjadi setiap tahunnya khususnya di bulan
oktober di sungai Mekong (sungai ini pernah muncul di film Rambo 3).
Fenomena alam aneh ini disebut bola api “naga”.


Bola-bola cahaya ini muncul dari dalam air, keluar, dan naik ke
angkasa lalu menghilang dengan sendirinya. Keren ya? Bola-bola cahaya
ini ga pernah memakan korban dan ga pernah membakar apapun. Bola-bola
api aneh ini dilihat ratusan orang tiap tahunnya dan banyak videonya di
youtube.
Beberapa ilmuan mencoba menjelaskan fenomena ini. Mereka mengatakan
ini mungkin saja karena fermentasi sedimen di sungai tersebut.
Sedimen-sedimen yang berasal dari kotoran-kotoran hewan itu mengeluarkan
gelembung-gelembung gas, naik ke permukaan sungai dan terbakar begitu
menyentuh udara. Ya, keliatannya ini penjelasan yang paling masuk akal.
Tapi teori ini masih banyak kejanggalan.
7. Star jelly, Jerman
Biasanya, benda-benda langit yang jatuh ke bumi berupa batuan seperti
meteor, atau pecahan-pecahan bintang. Tetapi terkadang yang jatuh ke
bumi adalah benda yang lembek seperti
star jelly ini. Banyak laporan dari masyarakat yang menemukan jelly luar angkasa ini. Orang-orang Jerman menyebutnya
sternenrotz (dalam bahasa inggrisnya
star snot) warna dari jelly ini biasanya bening atau agak kekuningan. Berbau dan licin kalau dipegang.


Hal ini sudah dibahas di Koran-koran selama lebih dari 150 tahun,
namun tidak ada yang benar-benar bisa meneliti dan menjelaskan apa
sebenarnya jelly ini. Contoh kasusnya di tahun 1950, 4 polisi
Philadelphia menemukan sebuah lubang sedalam 6 kaki yang berisikan
star jelly ini.
8. Kambing-kambing pemanjat, Maroko
Kambing-kambing di atas pohon bisa ditemukan di Maroko. Kambing-kambing
ini memanjat pohon untuk memakan buah dari pohon Argan, yang serupa
dengan buah zaitun. Para petani setempat biasa mengikuti kawanan-kawanan
kambing ini saat mereka berpindah dari satu pohon ke pohon yang
lainnya. Bukan karena ingin melihat keanehan ini, melainkan berusaha
mendapatkan biji-biji kacang dari sisa buah yang biasanya tidak ikut
dimakan oleh kambing-kambing itu.


Tiap kacang berisikan 1 hingga 3 biji yang bisa digunakan untuk
membuat minyak Argan dan bahan kosmetik lainnya. Minyak ini telah
digunakan orang selama ratusan tahun, tetapi perlahan pohon Argan makin
sulit ditemui akibat kayunya yang sering dijarah dan juga akibat ulah
kambing-kambing pemanjat yang merusaknya.
9. Api Terjun (Horsetail Falls)
Fenomena
Api Terjun ini terdapat di Yosemite National Park yang terletak di
California. Dinamakan Api terjun karena pada saat air jatuh dari
ketinggian sekitar 2000 kaki, mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh
dari atas. Sebenarnya fenomena ini bukanlah lava yang jatuh, melainkan
air yang sedang terjun mendapatkan efek dari sinar matahari yang akan
terbenam. Namun fenomena ini harus didukung dengan cuaca yang cerah,
keberadaan matahari yang tepat saat menyinari air, dan debit air yang
cukup banyak untuk bisa membuat Air terjun di Yosemite National Park
mirip dengan cairan lava yang sedang jatuh.
10. Ice Circle
Fenomena
Ice Circle ini bisa terjadi di mana saja. Biasanya fenomena ini sering
terjadi di daerah sungai yang meiliki arus yang lambat serta iklim
yang dingin. Bentuknya mirip seperti piringan yang berputar secara
perlahan. Fenomena ini juga pernah terjadi sekitar tahun 1930 di
Toronto, Canada.
11. Crop Circle
Mendengar
namanya, pasti fenomena ini sudah tak asling lagi di telinga kita.
Yah, itulah Crop Circle. Sebuah lingkaran yang mempunyai motif
berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Fenomena ini pertama kali
muncul sekitar akhir tahun 1970-an di London, Inggris. Namun di
Indonesia juga fenomena ini pernah muncul, yakni di Sleman, Yogyakarta
pada 23 Januari 2011. Penyebab utama pembuatan Crop Circle ini masih
menyimpan banyak tanya. Apakah buatan manusia, buatan alam, atau buatan
makhluk dari luar bumi. Kini masalah itu saling diperdebatkan, tapi
kebanyakan dari ilmuwan berpendapat bahwa Crop Circle itu dibuat oleh
tangang-tangan kreatif manusia.
12. Gelombang Beku
Fenomena
ini terjadi di daerah Antartika. Penyebab utama terjadinya gelombang
beku ini yaitu reaksi antara salju dengan kondisi di Antartika.
Misalnya ketka sebuah gunung es yang jatuh ke laut maka akan
menimbulkan sebuah gelombang, dari gelombang itu bereaksi dengan salju
dan akan menghasilkan gelombang beku. Apabila gunung es yang jatuh ke
laut membawa Alga, maka gelombang yang terbentuk akan memiliki
garis-garis warna seperti, hijau, coklat, hitam dan kuning.
13. Halo Matahari (Cincin Matahari)
Fenomena
ini sebenarnya pernah terjadi di San Frasisco, dan di negara Indonesia
pun juga pernah merasakan fenomena ini yaitu pada tanggal 04 Januari
2011 yang terjadi di kota Yogyakarta. Namun sebelumnya juga fenomena
ini pernah terjadi di Padang pada tahun 2009. Fenomena ini terbentuk
akibat kristal es yang membentuk sebuah busur berwarna putih dan
berbintik-bintik yang dibiaskan ke atas langit sehingga menciptakan
sebuah cincin yang mengelilingi matahari. Namun ada opsi lain yang bisa
menciptakan lingkaran cincin diantara matahari, yaitu faktor cuaca
yang dingin. Karena cuaca dingin dapat membuat kristal-kristal es yang
sudah berubah menjadi debu berlian mengapung ke udara dan menimbulkan
cahaya yang melingkari matahari.
14. Pelangi Api (Fire Rainbow)
Di
Indonesia, fenomena ini sempat terjadi di daerah Makasar. Tapi
bagaiman fenomena itu bisa terjadi ? Fenomena yang biasa disebut 'Busur
Circumhorizon' sebenarnya terjadi akibat sinar matahari yang menembus
awan-awan terang yang berada di ketinggian yang cukup tinggi. Karena
awan-awan itu terbentuk akibat kristal-kristal heksagonal, maka sinar
matahari yang masuk melalui permukaan vertikal kristal-kristal di atas
akan meninggalkan beberapa warna seperti pelangi.
15. Morning Glory Cloud
Fenomena
ini tergolong suatu fenomena yang sangat langka. Namun fenomena ini
pernah terjadi di Teluk Carpenataria, Australia. Awan ini mempunyai
bentuk memanjang dengan panjang yang dapat mencapai 1000 km dan
memiliki ketinggian antara 1-2 km. Awan ini sering disebut juga dengan
istilah Solitary atau Soliton Wave karena bentuknya seperti gelombang
yang bergerak dengan kecepatan 60km/h.