Kamis, 26 Agustus 2010

Lubang Neraka Terlihat (HOT)

Posted by my world Labels: aneh tapi nyata

Sebuah fenomena alam yang memberi kiasan akan sebuah tempat yang pastinya semua orang ingin menghindarinya… Scenery ini wujud di negara Asia Tengah Uzbekistan…Menakutkan tapi kemungkinan adalah dari lahar gunung berapi atau mulut gunung berapi tersebut..hanya sebagai tatapan..kalau kita masuk dalam itu,tapi penjelasan sebenarnya begini..Tempat ini adalah di Uzbekistan yang digelar oleh penduduk setempat sebagai Pintu ke Neraka… terletak berhampiran dgn sebuah bandara kecil bernama Darvaz. Kisah ini bermula kira-kira 35 tahun yg lampau. Seorang ahli geologis telah menggali tempat ini untuk mencari gas asli. Secara tiba-tiba semasa penggalian tersebut, mereka telah terjumpa satu jurang besar di bawah tanah.

Karena terlalu besar sehingga semua peralatan penggalian tersebut telah masuk ke dalam jurang tersebut. Tiada siapapun yang berani turun ke dalam jurang tersebut disebabkan jurang tersebut dipenuhi gas asli bumi. Untuk menghindari gas bumi yang akan mencemarkan bumi, mereka telah menyalakan api di dalam jurang tersebut dan semenjak dari itu sehingga kini, telah 35 tahun lubang ini terbakar tanpa henti walau sesaat.

Senin, 23 Agustus 2010

Badai Matahari 2013 Bukan Akhir Dunia

DENPASAR, KOMPAS.com — Sejumlah peneliti antariksa di dunia memprediksi puncak badai matahari akan terjadi pada pertengahan tahun 2013. Indikasi tersebut berdasar pada aktivitas matahari yang saat ini terus meningkat. Aktivitas matahari ini berupa medan magnet, bintik matahari, ledakan matahari, lontaran massa korona, angin surya, dan partikel energetik.

"Pada 2012 hingga 2015 bintik matahari diperkirakan mencapai titik yang sangat banyak dan itu akan memicu banyak ledakan," ujar Dra Clara Yono Yatini, MSc, Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di sela-sela sosialisasi fenomena cuaca antariksa 2012-2015 di Denpasar, Bali.

Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena badai matahari tidak akan menghancurkan peradaban dunia. "Dampak badai matahari hanya merusak sistem teknologi saja," tegas Clara Yono.

Sistem teknologi yang terpengaruh, misalnya, rusaknya satelit sehingga mengganggu jaringan komunikasi. Dampak lainnya dari badai matahari ini juga dapat mengganggu medan magnet bumi. Seperti tahun 1989 saat badai matahari menyerang Kanada, jelas Clara, terjadi pemadaman listrik karena trafo di pusat jaringan listrik terbakar akibat arus yang sangat besar di bawah permukaan bumi. Badai matahari ini dapat diantisipasi agar tidak menimbulkan kerusakan, seperti mematikan sementara jaringan satelit dan jaringan listrik pada saat terjadi badai matahari.

"Masyarakat jangan terpengaruh dengan film 2012 karena itu sains palsu," pesan Clara Yono. Lapan kini gencar melakukan sosialisasi soal fenomena cuaca antariksa 2012-2015 kepada masyarakat untuk meluruskan cerita-cerita miring terkait kiamat yang tidak jelas dasarnya.

Isu kiamat tahun 2012 seperti yang digambarkan dalam film 2012 memang selama ini terus dikaitkan dengan sejumlah fenomena alam yang akan terjadi di bumi, di antaranya badai matahari ini.

Jumat, 20 Agustus 2010

Bintang Kiamat dipastikan tidak ada

analisa baru bintang kecil bernama Nemesis yang mengorbit dekat matahari diyakini tidak ada. Bintang inilah yang menyebabkan kiamat di bumi termasuk punahnya dinosaurus.

Nemesis pertama kali diajukan pada 1984 untuk menjelaskan siklus membingungkan dari kiamat kepunahan masal di bumi sekitar 27 juta tahun.

Itu mirip dengan jam yang menunjukkan kepunahan massal yang serupa dengan penyingkiran dinosaurus (dan seluruh kehidupan di bumi) sekitar 65,5 juta tahun lalu.

“Jika Anda melihat sesuatu dengan siklus biasa 10 juta atau 100 juta tahun, maka Anda akan berpikir bahwa hal ini menyangkut hal-hal astronomi,” kata fisikawan Adrian Melott dai University of Kansas di Lawrence, Kansas.

“Contohnya, galaksi membutuhkan sekitar 250 juta tahun untuk sekali mengorbit.”

Para ahli astronomi menyatakan bahwa bintang kecil seperti bintang redup red dwarf atau white dwarf yang disebut Nemesis mungkin mengorbit di dekat matahari kita pada jarak yang sangat besar, hampir setahun cahaya jauhnya dan berada di luar orbit planet ini.

Pada kondisi ini, mungkin akan memasuki kumpulan komet yang mengelilingi sistem matahari yang dikenal dengan Oort Cloud.

Saat Nemesis melewati Oort Cloud, hal ini dapat mengganggu orbit banyak komet dan menyebabkan kajatuhannya ke dalam sistem matahari dan akhirnya menabrak bumi.

“Akan sering terdapat banyak komet dan bumi akan tertabrak dan menyebabkan kepunahan,” jelas Melott seperti dikutip dari MSNBC.

Dalam sebuah studi baru, Melott dan koleganya Richard Bambach dari National Museum of Natural History di Washington DC menganalisa sebuah koleksi data mengenai kepunahan lalu yang terjadi di bumi. Mereka melihat catatan fosil yang membawa mereka kembali ke 500 juta tahun lalu.

Analisa baru ini memastikan bahwa siklus 27 juta tahun ini memang ada, dengan puncak kepunahan di tahun-tahun itu. Kepunahan yang ada terjadi di tengah siklus dan kadang saat puncaknya bumi malah aman.

Tetapi secara keseluruhan ilmuwan memastikan kehidupan menjadi sedikit lebih berisiko di bumi setiap 27 juta tahun.

Melott dan Bambach berargumentasi Nemesis tidak mungkin ada.

“Jika Nemesis ada dan memiliki jenis orbit seperti ini, maka orbitnya tidak akan biasa,” kata Melott pada SPACE.com.

“Kalkulasi mengindikasikan orbit ini akan berubah 20% sampai 50% dikarenakan traksi gravitasi bintang-bintang yang melewati kita, dan pergerakan matahari pada galaksi kita”.

“Maka dari itu, benda angkasa seperti Nemesis tidak dapat menjelaskan orbit yang lama dan konstan ini karena orbitnya sendiri tidak akan konstan hingga waktu yang sangat lama”.

Melott dan Bambach mengatakan bahwa pertanyaan tentang apa yang menyebabkan siklus kepunahan benar-benar terbuka sekarang.

“Untukku, hal ini adalah teka-teki yang terselaikan,” katanya.

Temuan ini telah diterima sebagai bahan yang akan diterbitkan di sebuah topik untuk jurnal Royal Astronomical Society Letters. inilah.com